Rabu, 21 Agustus 2013

About Papua











POTRET PENDIDIKAN DI BUMI CENDRAWASIH

Sejumlah siswa sekolah dasar kelas enam sekolah dasar Inpres 84 Kampung Kerney Distrik Masni, Prafi Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat belum lancar membaca akibat kurangnya buku penunjang dan kurangnya guru pengajar.

Proses belajar mengajar di salah satu ruangan SD Inpres Kerneiy Distrik Masni Kabupaten Manokwari berjalan seperti biasa namun ada hal yang tidak biasanya yang di jumpai di dalam kelas tersebut yaitu jumlah siswa yang hanya berjumlah lima orang

Sebenarnya jumlah siswa di dalam kelas ada sebelas orang itupun sebelas orang dari siswa tersebut adalah gabungan siswa kelas lima yang di jadikan satu ruangan dengan siswa kelas enam sedangkan jumlah siswa kelas enam sendiri berjumlah tujuh orang hal itu di lakukan karena sekolah tersebut mengalami kekurangan tenaga guru.

Diantara tujuh siswa kelas enam yang akan mengikuti ujian pada bulan lalu, hanya ada tiga siswa yang sudah lancar membaca sedangkan empat siswa lainnya belum lancar membaca pasti bisa ditebak berapa siswa yang akan lulus ujian nasional.


PAPUA SURGA KECIL

Wisatawan lokal menikmati suasana Danau Sentani di Ifar Gunung, Jayapura, Papua, Selasa (16/4). Danau Sentani berada di lereng pegunungan cagar alam Cycloops, memiliki luas sekitar 9.360 hektare dan dikelilingi pemukiman warga masyarakat asli Papua yang kebanyakan masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Foto: Investor Daily/ ANTARA/M Agung Rajasa/ss/Spt/13


Secara geografis, Papua adalah sebuah pulau seluas 897 ribu kilometer persegi. Meski diberkahi tanah yang kaya akan sumber daya alam, hutan yang luas, emas, tembaga, dan bahan-bahan mineral lainnya, kehidupan masyarakatnya tak juga beranjak secara ekonomi.

Secara politik, Papua terbagi dua. Sebelah barat, ada provinsi Papua (Iran Jaya) seluas 422 ribu km2 (47%) milik Indonesia (NKRI) dan sebelah timur ada negara Papua Nugini (PNG) seluas 475 ribu km2 (53%), dan jadi anggota negara Persemakmuran (Commonwealth) dengan ratunya Elizabeth II. Fred Pearce dalam bukunya The Land Grabbers (2012) di antaranya mengupas tentang penguasaan dan pengelolaan sumber daya mineral di Papua Nugini (PNG) yang melibatkan korporasi besar di antaranya dari Malaysia dan Korea. Fred tidak mengupas tentang Papua yang berada di bawah Negara Kesatuan Republik Indonensia (NKRI).

KABUPATEN TELUK BINTUNI


Kabupaten baru yang terbentuk pada tahun 2003,pemekaran dari Kabupaten Manokwari.
Kaya akan hasil alam khususnya Minyak Bumi dan Gas Alam,Lapangan Gas "Tangguh" yang diproduksi oleh British Petroleum termasuk dalam wilayah Kabupaten ini.
Nearby cities: kota irian (irian city), Kota Manokwari, Kaimana
Coordinates:   2°6'40"S   133°31'29"E

http://www.youtube.com/watch?v=YL6THgB2Aug&feature=player_detailpage

Jalan Lain, Intelektual Muda Papua..



Negeri ini "Tanah Papua" memang tidak buyar. Tapi sekian banyak orang telah mati, lapar,bodoh, dan terbuang sebagai pengusi bahkan mungkin diperlakukan selayaknya anak tiri yang dimarah-marahi dengan cara apapun untuk mendiamkan protes mereka terhadap tindakan ketidak adilan yang diperlakukan bedah, "butuh keadilan dan keberpihakan secara total"




Memang sekian banyak zaman, sekian banyak orang dan sekian panjang janji-janji manis bila ada maunya oleh..." seberanya penderitaan rakyat telah bermula-, dan sudah menjadi takdir sosial kalau derita itu tampa akhir hingga explorasi SDA sampi akhir-habis.

Dulu memang negeri ini diperjuangkan oleh segilintir intelektual dan sejumlah tokoh adat Papua mereka berpengaruh yang berada bersama-sama rakyat dan merasakan langsung derita yang dialami. Mereka seperti kekuatan nurani rakyat yang memiliki pendidikan dan kedudukan sosial yang sama dan lebih baik dari rakyat seadanya.
Suda seharusnya "kaum muda intelektual Papua" buka mta,buka hati dan tidak muda terpengaruh dan tergiur dengan kehidupan mewah yang terus ditawarkan oleh retas zaman ini, tentu tidak lagi buta terhadap kenyataan sosial yang timpang, tampa ragu turun lapangan memimpin langsung perjuangan,menemui segenap rakyat, duduk bersama dengan intelektual muda lainnya yang memiliki visi-misi,cita-cita yang samaserta yang terpenting adalah memiliki  kemauan yang sama untuk membebaskan negeri ini dari kungkungan fiodalisme,kapitalisme,liberalisme dari penguasaan explorasi Sumber Daya Alam SDA dengan menggunakan cara-cara cudas, bermotiofkan penipuan,pengelabuan,pengingkaran-pengingkaran kesepakatan yang disepakati bersama namun denganmudah diingkari begitu saja...haha aneh masi ada praktik-pratik borjuis di abad 21 ini.